WELCOME TO INDO WASTE 2018 EXPO & FORUM

SURABAYA will host Indonesia’s No.1 Waste Technology, and Solution Industry Event - INDO WASTE 2018 at Grand City Convex, Surabaya - Indonesia, from 27 - 29 June 2018.

The expo will showcase over 250 exhibitors from 30 countries including pavilions from American/Europe, China, India, Sweden, Korea, Malaysia, Singapore, Netherlands, Denmark, and Taiwan on the latest issues from curbside collection to hazardous waste disposal, from municipal recycling programs to modern landfill operations. Since it launched in 2009, Indo Waste has become the industry’s essential resource for keeping up with all the news, moves, projects, trends and developments in the Indonesian waste industry.

Incorporating with

Show Highlights

Technical Product Presentations

Technical Product Presentations

Admission is free of charge. Seats are alocated on a first-come-first-serve basis
B2B Business Matching

B2B Business Matching

B2B matchmaking is a scheduled program that is provided by the organizer to facilitate business meetings that will be done by the exhibitors and visitors during the exhibition.
International Pavilions

International Pavilions

Grab this opportunity to see technologies across the world through 7 international pavilions
Advanced Product and Innovation

Advanced Product and Innovation

Discover new ideas and solutions presented by 550 exhibitors from 30 countries across the world.

Indo Waste 2017 Highlights

Day 1

Day 2

Day 3

Tahun Depan, DIPA Kementerian PUPR Rp101,49 triliun

JAKARTA-- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapatkan alokasi DIPA sebesar Rp 101,496 triliun pada Tahun Anggaran 2017.

Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono mengatakan, tantangan pembangunan ke depan makin besar, untuk itu pembangunan infrastruktur akan terus dipercepat untuk dapat mencapai sasaran RPJMN 2014-2019.

“Tugas pembangunan infrastruktur masih akan terus dilaksanakan untuk mengatasi disparitas antar-wilayah, antar kawasan dan antar pendapatan masyarakat termasuk masyarakat miskin. Kita juga harus melayani 53 % penduduk perkotaan yang menuntut pelayanan prasarana dasar yang semakin baik,” ujarnya, Rabu (07/12)

Dari alokasi DIPA Kementerian PUPR sebesar Rp 101,496 triliun, komposisi belanja barang sebesar Rp 22,48 triliun (22,2%), belanja modal Rp 76,27 triliun (75,1%) dan belanja pegawai dan rutin Rp 2,75 triliun (2,7%).

Rinciannya, bidang Sumber Daya Air sebesar Rp 33,26 triliun (32,77%), dengan prioritas pekerjaan pembangunan 39 bendungan yang terdiri dari 30 lanjutan dan 9 pembangunan bendungan baru, untuk Irigasi yang terdiri dari 80 ribu hektar irigasi baru dan 274 ribu hektar lahan direhabilitasi. Selain itu untuk penanggulangan banjir sepanjang 154 km, pembuatan embung/situ sebanyak 105 buah dan revitalisasi 6 danau.

Sementara itu di bidang konektivitas jalan yang diselenggarakan oleh Ditjen Bina Marga mendapatkan alokasi DIPA sebesar Rp 41,393 triliun (40,77%) dengan prioritas pembangunan jalan baru 828 km, pembangunan jembatan 11.855 meter, pembangunan jalan tol 138 km, peningkatan jalan sepanjang 807 km dan peningkatan jembatan sepanjang 566 km.

Selanjutnya untuk bidang infrastruktur permukiman yang dilaksanakan oleh Ditjen Cipta Karya, mendapatkan alokasi Rp 15,935 triliun (15,7%), dengan prioritas pada pembangunan dan penataan kawasan di 7 Pos Lintas Batas Negara (PLBN), termasuk Pengembangan Infrastruktur Permukiman di 9 Kawasan Perbatasan, pembangunan SPAM (Sistem Pengembangan Air Minum) 3.603 liter perdetik terdiri dari 10 SPAM Regional, 8 SPAM Kota dan 3 SPAM pulau terluar. Selain itu, juga pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Regional di 3 kawasan, Instalasi Pengolahan Air Limbah, Pengembangan Infrastruktur Sosial dan Ekonomi Wilayah (PISEW) di 400 kecamatan, dukungan infrastruktur kampong nelayan di 6 kawasan, dukungan wisata di 5 kawasan dan untuk kawasan kumuh seluas 1.087 hektar.

Untuk sektor perumahan yang dilaksanakan oleh Ditjen Penyediaan Perumahan sebesar Rp 8,28 triliun dan Ditjen Pembiayaan Perumahan sebesar 0,235 triliun, dengan prioritas pembangunan Rumah Susun (Rusun) Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebanyak 13.253 unit, rumah khusus sebanyak 5.803 unit, rumah swadaya sebanyak 110.000 unit, prasarana, sarana dan utilitas MBR sebanyak 14.000 unit rumah dan Fasilitas Likuidatas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk 120.000 unit rumah.

Sedangkan sisa DIPA Kementerian PUPR sebesar Rp 2,39 triliun, dialokasikan untuk Sekretariat Jenderal, Inspektorat Jenderal, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Badan Penelitian dan Pengembangan.

Presiden Joko Widodo, hari ini (7/12) menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2017 kepada 87 Kementerian/Lembaga. DIPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang menjadi dasar pengeluaran Negara dan pencairan dana atas beban APBN, sekaligus menjadi dokumen pendukung kegiatan akuntansi pemerintah.

Pada APBN tahun 2017 ini, pendapatan negara ditetapkan sekitar Rp1.750 triliun dan belanja negara sekitar Rp2.080 triliun. Belanja negara yang diserahkan oleh Presiden dalam bentuk DIPA kepada 87 K/L adalah sebesar Rp763,6 triliun atau sekitar 36,7% dari total belanja negara.

Source: bisnis.com

Supporting Publications

 

   
           

 

@IndoWater

Indo Water Series
Sat Nov 18 10:00:26 +0000 2017

Masdar & PJB Jajaki Kerja Sama Bidang Energi Terbarukan https://t.co/wFnuIO4BTA
Indo Water Series
Tue Nov 14 10:15:04 +0000 2017

Strategi Pemerintah Optimalkan Energi Baru Terbarukan untuk Listrik https://t.co/3YKVYIsqo7

Who's Online

We have 29 guests and no members online

Exhibition Hours

Wed, 27 June : 10.00-18.00
Thu, 28 June  : 10.00-18.00
Fri, 29 June    : 10.00-17.30

Venue:
Grand City Convex, Surabaya - Indonesia

Contact us

PT Napindo Media Ashatama

Jl. Kelapa Sawit XIV Blok M1 No.10, Komplek Billy Moon Pondok Kelapa
Jakarta 13450, Indonesia

Tel: +6221 8650963, 8644756
Fax: +6221 8650963
Email:
info@indowaste.com

© 2017 Indo Waste Expo & Forum. All Rights Reserved. Organised by PT Napindo Media Ashatama