Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x

News & Updates

PENGELOLAAN MIGAS, Chevron Penyumbang Limbah B3 Terbesar

Jika dirinci, untuk Chevron di Blok Rokan menghasilkan limbah tanah terkontaminasi sebesar 27.275 ton dengan biaya pengolahan limbah US$ 3,2 juta.

Adapun, limbah sisa operasinya sebesar 3.515 ton dengan biaya pengelolaan sebesar US$ 1,4 juta dan limbah sisa operasinya nihil alias 0 ton.

Dalam paparan bersama Komisi VII DPR, Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Kementerian ESDM Adhi Wibowo menuturkan bahwa Chevron menjadi penghasil terbesar limbah karena sesuai dengan luas wilayah Blok Rokan.

Jumlah sumur yang beroperasi di Blok Rokan mencapai lebih dari 18.000 sumur.

Meski menjadi penghasil limbah terbesar, tetapi berdasarkan Undang-Undang Nomor 22/2001 tentang Migas, Peraturan Pemerintah Nomor 35 tahun 2004, dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 31 tahun 2012, Chevron menganggarkan dana pascatambang untuk mengelola limbah tersebut.

Senior Vice President Policy, Government and Public Affrairs Chevron Wahyu Budianto mengatakan bahwa pihaknya sudah berupaya agar limbah tersebut dikelola dengan baik.

"Seluruh limbah kita kelola dengan baik, kan kita punya limbah domestik dan lainnya. Kalau limbah domestik nanti kami bagi mana organik dan nonorganik, kemudian limbah operasi kayak kaos tangan yang kotor dan oli itu kami selesaikan juga," kata Wahyu, Senin (21/1).

Adapun, selain Chevron, 9 kontraktor KKKS yang juga menghasilkan banyak limbah yaitu pertama, PT Pertamina EP menghasilkan tanah terkontaminasi sebanyak 1.992 ton, sisa operasi 1.283 ton dan sisa produksi 15.182 ton.

Kedua, PetroChina Internasional Jabung Ltd menghasilkan limbah tanah terkontaminasi sebanyak 1.647 ton, limbah sisa operasi 148 ton, dan sisa produksi 3.158 ton.

Ketiga, PT Pertamina Hulu Mahakam menghasilkan limbah tanah terkontaminasinya nihil, sementara limbah sisa operasinya 239 ton, dan sisa produksi 13.252 ton.

Keempat, Medco E&P Natuna menghasilkan 0,2 ton untuk tanah terkontaminasi, sisa operasi 181 ton, dan sisa produksi 71,9 ton.

Kelima, PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga untuk limbah tanah terkontaminasi 0 ton, limbah sisa operasinya sebesar 121,8 ton, dan limbah sisa produksinya 1.362 ton.

Keenam, ConocoPhilips (Grissik) Ltd untuk tanah terkontaminasi sebesar 19 ton, sisa operasi sebesar 237 ton, dan sisa produksi 13 ton.

Ketujuh, Pertamina Hulu Energi OSES Ltd untuk tanah terkontaminasi dan limbah sisa produksi nihil, namun limbah sisa operasi sebesar 152,50 ton.

Kedelapan, ExxonMobil Cepu Ltd untuk tanah terkontaminasi mencapai 3,31 ton, limbah sisa operasi sebesar 102,9 ton, dan limbah sisa produksi 88,6 ton.

Kesembilan, Pertamina Hulu Energi ONWJ untuk tanah terkontaminasi nihil, untuk limbah sisa operasi 99,4 ton, dan limbah sisa produksi mencapai 1,2 ton.

Untuk diketahui, total dana untuk pengelolaan limbah yang digelontorkan oleh 10 KKKS tersebut sepanjang 2018 senilai US$12.174.528,5 untuk total keseluruhan tonase limbah sebanyak 70.197,35 ton limbah B3.

Source: bisnis.com

© 2018 Indo Waste Expo & Forum organised by PT Napindo Media ashatama. All Rights Reserved.

Please publish modules in offcanvas position.